KONTEMPLASI DIRI DENGAN ENERGI ALLAH
Oleh: Ki Abduljabbar
KONTEMPLASI adalah momen terpenting bagi seseorang untuk mengasah modal yg sdh dimilikinya untuk hidup berkualitas dan bermakna dalam kehidupan. Ibarat kontemplasi itu adalah sebuah pisau, jika masih tajam mampu menjadikan masalah menjadi berkah. Untuk mengasahnya perlu dilakukan secara terus menerus, yaitu melalui Tafakur, Tadabur dan Tasyakur.
Tafakur adalah media ketika seseorang menginstropeksi diri dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya. Berbicara dengan hati masing-masing sehingga mampu mendengarkan suara-suara dari Yang Maha Esa.
Tadabur mengandung makna lebih dalam. Tafakur merenung dan belajar ke dalam hati, tadabur belajar pada alam semesta (af’al), mengajak mereka bicara dan mendengarkan nasihat dari mereka. Inilah salah satu seni tertinggi dalam hidup, yaitu belajar mendengar.
Tasyakur adalah ekspresi diri atas keberhasilan antara tafakur dan tadabur sehingga melahirkan rasa syukur yang tinggi. Syukur dalam hal ini adalah syukur dalam arti sesungguh-nya, yaitu memberi dan memberi pada Alam Semesta. Memberi pada alam semesta ini sesuai fitrahnya penciptaannya adalah refleksi dari Ar-Rahman Ar-Rahiim, sehingga kita juga harus memberikan KASIH SAYANG (CINTA).
Bila kita tidak mengirim getaran sinyal rasa welas asih (CINTA) pada mereka, bagaimana mereka dapat menerima sinyal kita? Karena itu hati yang tulus sangat penting kita pancarkan ke alam semesta. Hati yang tulus dapat menggugah hati alam semesta untuk menyelimuti kita dan memberikan energinya (yang sejatinya bersumber dari energi-Nya) pada kita. Sebaliknya, hati yang tertutup dan keras membatu akan memancarkan energi penolakan sehingga antara kita dan alam semesta tidak bisa nyambung dan alam juga tidak akan membuka pintu energinya untuk kita. Bagaimana kita melakukannya?
Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu,
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh….
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu,
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh….
Bertanya Aisyah : “Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”. Rasul tersenyum dan bersabda;: “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.
“Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Qulhualloohu ahad’ Alloohushshomad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu ufuwan ahad” ( 3 x )
Qulhualloohu ahad’ Alloohushshomad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu ufuwan ahad” ( 3 x )
Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat: “Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alloohumma shollii ‘alaa syaidinaa Muhammad wa’alaa aalii syaidinaa Muhammad”( 3 x )
Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu;
“Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih” ( 3 x )
“Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih” ( 3 x )
Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh; “Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Subhanalloohi Walhamdulil-laahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar” (3 x )
Subhanalloohi Walhamdulil-laahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar” (3 x )
Insya Allah jika Anda mendawamkan amalan ini menjelang tidur, Allah akan memberikan sinkronasi energi-Nya ke dalam diri Anda. Amalan ini akan lebih joss jika ditambahkan amaliah puasa sunah dibulan putih yaitu setiap bulannya pada tanggal 13; 14; 15 Hijriah, selama puasa pada tengah malam membaca doa JIBRIL a.s. yang telah saya posting di Blog Energi Sejati. Dengan demikian insya Allah apa yang menjadi perjalanan hidup kita selalu dimudahkan jalannya, karena energi Allah ta’ala dan energi alam semesta sudah menyatu ke dalam diri kita.
Wassalam….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar